RAPAT BULANAN PENGADILAN NEGERI LARANTUKA

09 Sep

5

Larantuka, 9 September 2017

Bertempat di Ruang Sidang I , dilaksanakan kegiatan rutin yaitu rapat bulanan Pengadilan Negeri Larantuka yang di pimpin langsung oleh Bapak Wakil Ketua Pengadilan Negeri Larantuka Bapak Budi Teguh A. Simaremare, SH.MH.

Dalam Rapat tersebut Beliau menekankan kepada seluruh pegawai baik Hakim maupun staf agar berhati hati dalam melaksanakan pekerjaan dan penuh rasa tanggung jawab. Seperti kejadian operasi tangkap tangan yang melibatkan aparat  pengadilan ,  agar menjadi peringatan untuk kita semua. Sebagai warga peradilan telah ada aturan yang mengikat disiplin pegawai negeri sipil  menyangkut kinerja kerja kita yaitu  PERMA  NOMOR 7 ,8, 9 Tahun 2016.  konsekuensi yang kita dapatkan bila terjadi maka menjadi tanggung jawab masing - masing pribadi. Karena itu bekerjalah dengan jujur dan penuh rasa tanggung jawab. Saya percaya kita semua tidak terlibat dalam perbuatan yang tercela seperti itu.

selanjutnya pada kesempatan yang sama masing masing bagian melaporkan hasil kegiatan selama satu bulan, dan kendala kendala yang dihadapi selama bekerja. Kesimpulan yang diambil dari laporan perbagian tidak ada kendalan serius yang dihadapi dan sejauh ini masih dapat diatasi.

rb3
rb2
rb1

Foto Rapat Bulanan

Sosialisasi Penetapan Pengadilan terkait Penerbitan Akta Kelahiran Anak Luar Kawin

08 Sep

8

Larantuka, 8 September 2017

 

Anak adalah masa depan bangsa dan negara dan juga masa depan Flores Timur. Pemenuhan hak anak adalah kewajiban negara dan orang tua. Salah satu hak anak adalah hak atas identitas (UU Perlindungan Anak no 23 tahun 2002 pasal 5). Jika hak tersebut tidak terpenuhi maka berdampak pula pada pemenuhan hak privat (perdata/sipil) seperti hubungan keluarga (kekerabatan), waris, benda, perikatan, kekayaan, pendidikan, akses kesehatan, hak politik,dll.


Problematika kependudukan terkait akte kelahiran pada konteks Flores Timur berdampak pada dunia pendidikan misalnya pihak sekolah tidak menerima siswa yang tidak memiliki akte kelahiran. Selain dunia pendidikan, kepemilikan akte kelahiran berdampak juga pada dunia kerja misalnya sulit untuk mengikuti rekruitmen PNS, TNI/Polri, mengurus paspor untuk berpergian keluar negeri. Kebanyak Akte Kelahiran yang dimiliki hanya tercantum nama Ibu. Hal ini disebabkan banyak terjadi kelahiran anak sebelum perkawinan sah.
Dari kondisi ini Perkumpulan Air Hidup bekerjasama dengan Pengadilan Negeri Larantuka, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Flores Timur, Kecamatan Demon Pagong dan BRI Cabang Larantuka menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi terkait pengesahan anak.


Akte Kelahiran adalah bentuk awal dari identitas kewarganegaraan, demikian poin penting yang disampaikan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Flores Timur, Nor L. Kornelis. Ada banyak upaya yang dilakukan Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Flores Timur, diantaranya adalah dengan meningkatkan kualitas pelayanan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, termasuk pembuatan akte kelahiran. Namun ada beberapa hal yang berhubungan dengan akte kelahiran yang bukan kewenangan Dari Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan seperti pengesahan anak, karena hal tersebut merupakan kewenangan Pengadilan Negeri.


Hakim dan Humas Pengadilan Negeri Larantuka Marcellino Gonzales S.SH.M.Hum,LL.M. menyampaikan bahwa persoalan akte kelahiran anak yang berhubungan dengan pengesahan anak menjadi persoalan masif di Flores Timur. Hal ini bisa diamati langsung karena banyak anak yang lahir di luar pernikahan resmi. Selain itu jumlah permohonan pengesahan anak di PN Larantuka tidak sebanding dengan realitas, karena sangat rendah. Keterlibatan PN Larantuka dalam sosialisasi ini adalah terkait dengan pengesahan anak dan merupakan bentuk kepedulian pada kondisi tersebut juga persiapan pelaksanaan program sidang keliling.


Pada kesempatan sosialisasi ini Funding Officer BRI Cabang Larantuka Rianto Manuain, menyampaikan bahwa keterlibatan dalam kegiatan sosialisasi ini merupakan bentuk dukungan BRI Cabang Larantuka kepada kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan di Flores Timur.


Tindak lanjut kegiatan sosialisasi ini adalah kesepakatan dengan peserta mengenai waktu inventarisir permohonan pengesahan anak, penyerahan berkas, dan jadwal sidang. Kegiatan sosialisasi ini ditutup oleh Camat Demon Pagong, Heronimus Lamawuran,S.Sos. yang sejak awal mendukung kegiatan ini. Kegiatan Sosialisasi ini dihadiri oleh 25 orang peserta yang terdiri dari 6 Kepala Desa, BPD, Kaur PEM Desa dan aparatur Kecamatan Demon Pagong.(AH/E-1/2017)

sosialisasi